puisi sang pejuang cinta

puisi ADAKAH..?

ADAKAH...? Karya : Muammar chadvi Berjejer hamparan duka... Kuusap airmata dari lontaran kata yang selalu kudengar Sampai s...

Kamis, 04 Mei 2017

puisi ADAKAH..?



ADAKAH...?

Karya : Muammar chadvi

Berjejer hamparan duka...
Kuusap airmata dari lontaran kata yang selalu kudengar
Sampai saatnya aku berharap aku ingin tuli sayangku, Lantaran kata-katamu yang begitu indah, namun tak tahan rasanya untuk aku dengar.
Dan sikap manismu yang menjadi-jadi.

            Kaksih...
Apakah kau sudah lupa dimana saat dulu aku pernah bercerita tentang diriku seperti apa?
            Apakah kau sudah lupa, ataukah kau sedang bermain-bermain dengan rasa lupa?
Sudahkah kau lupakan, bagaimana dulunya aku pernah berkata bahwa aku tak punya apa-apa.
Ataukah memang aku yang tengah dalam keadaan lupa, sehingga aku berfikir aku sudah memberitahumu tentang itu.

Sayang ...
Aku tak punya uang, seperti siapa yang kau bandingkan denganku.
Aku tak berniat mau mengingkari janji untuk  membelikanmu boneka, tapi aku butuh kapan, kapan aku mampu.
Aku tak berani menawarkanmu makana-makanan yang lezat untuk kau santap disebabkan aku tak punya uang.
Akankah kau meninggalkan aku, dan menyimpan kenangan-kenangan kita, karena begitu banyak permintaan yang belum mampu aku berikan padamu sayangku.

            Aku malu dengan keadaanku
Aku risau memikirkan nasib
Aku berniat mau mengikhlaskan segalanya, tak kuasa kuteringat akan banyak yang kita bicarakan untuk kedepannya.
Begitu banyaknya yang selalu mebuat aku menjadi tak berdaya, sehingga aku tersipu dihadapanmu karena cinta

Dan akalku berfikir
Niatku ingin berlari
Perasaan ingin kuubah dan berkata
MASIH ADAKAH yang benar-benar bisa menerimaku apa adanya? Ataukah memang
MASIH ADAKAH jalan lain untuk membuatmu selalu mengerti tentang aku.
Aku yang telah terjatuh didalam lubang yang trama sangat dalam akan mencintaimu sayangku.
           


Kamis, 27 April 2017

puisi sang pejuang cinta



karya : muammar chadvi

Sang Pejuang Cinta

malam semakin larut, menggambarkan kesunyian dan menanti hari esok yang akan hadir menyapa.
di manakah harus aku awali..?
kemanakah aku akan melangkah.?
lingkaran awal apakah yang harus aku gapai untuk berjuang mendapatkan cintamu'
KASIH....
waktu yang bagaimana kau tunggu lagi untuk membalas cinta ini yang semakin lama semakin meninggi?
sampai kapan kau gantung perasaan ini, tanpa sedikit pun sandaran  kakiku untuk menyentuh tanah
kau menendangku  ibaratkan bola yang datang mengganggumu,
dan seakan-akan kau mau aku harus membencimu, tapi itu kuharap sebagai pujian darimu kasihku.
PERCAYALAH...
cinta yang yang aku pelihara, sekian lamanya waktu telah berlalu dan sampai waktu yang akan datang nantinya
cinta ini akan tetap aku jaga, kurawat, dan selalu kuberikan pupuk agar tetap subur didalam hati ini manisku.
tidak mungkin akan berubah menjadi air laut yang kapan saja semaunya pasang surut,
yang menjadi bunglon, yang dimana saja iya bertempat,dan dengan sekejap mata iya bisa beradaptasi,
 namun cinta atas dasar ketulusan ini akan terus kuperjuangkan, hanya unntuk adinda yang selalu bermain dalam ingatanku, yang telah melekat dalam hati sang pecinta, yang tidak mungkin berubah-ubah naik turun, dan tidak segampangnya beradaptasi disetiap wanita, biarpun iya adalah seorang bidadari,,