ADAKAH...?
Karya : Muammar chadvi
Berjejer hamparan duka...
Kuusap airmata dari lontaran kata yang selalu kudengar
Sampai saatnya aku berharap aku ingin tuli sayangku, Lantaran kata-katamu
yang begitu indah, namun tak tahan rasanya untuk aku dengar.
Dan sikap manismu yang menjadi-jadi.
Kaksih...
Apakah kau sudah lupa dimana saat dulu aku pernah
bercerita tentang diriku seperti apa?
Apakah kau sudah lupa,
ataukah kau sedang bermain-bermain dengan rasa lupa?
Sudahkah kau lupakan, bagaimana dulunya aku pernah
berkata bahwa aku tak punya apa-apa.
Ataukah memang aku yang tengah dalam keadaan lupa,
sehingga aku berfikir aku sudah memberitahumu tentang itu.
Sayang ...
Aku tak punya uang, seperti siapa yang kau bandingkan denganku.
Aku tak berniat mau mengingkari janji untuk membelikanmu boneka, tapi aku butuh kapan,
kapan aku mampu.
Aku tak berani menawarkanmu makana-makanan yang lezat untuk kau santap
disebabkan aku tak punya uang.
Akankah kau meninggalkan aku, dan menyimpan kenangan-kenangan kita,
karena begitu banyak permintaan yang belum mampu aku berikan padamu sayangku.
Aku malu
dengan keadaanku
Aku risau memikirkan nasib
Aku berniat mau mengikhlaskan segalanya, tak kuasa
kuteringat akan banyak yang kita bicarakan untuk kedepannya.
Begitu banyaknya yang selalu mebuat aku menjadi tak
berdaya, sehingga aku tersipu dihadapanmu karena cinta
Dan akalku berfikir
Niatku ingin berlari
Perasaan ingin kuubah dan berkata
MASIH ADAKAH yang benar-benar bisa menerimaku apa adanya? Ataukah memang
MASIH ADAKAH jalan lain untuk membuatmu selalu mengerti tentang aku.
Aku yang telah terjatuh didalam lubang yang trama sangat dalam akan
mencintaimu sayangku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar