karya : muammar chadvi
Sang Pejuang Cinta
malam semakin larut, menggambarkan kesunyian dan menanti hari esok yang akan hadir menyapa.
di manakah harus aku awali..?
kemanakah aku akan melangkah.?
lingkaran awal apakah yang harus aku gapai untuk berjuang mendapatkan cintamu'
KASIH....
waktu yang bagaimana kau tunggu lagi untuk membalas cinta ini yang semakin lama semakin meninggi?
sampai kapan kau gantung perasaan ini, tanpa sedikit pun sandaran kakiku untuk menyentuh tanah
kau menendangku ibaratkan bola yang datang mengganggumu,
dan seakan-akan kau mau aku harus membencimu, tapi itu kuharap sebagai pujian darimu kasihku.
PERCAYALAH...
cinta yang yang aku pelihara, sekian lamanya waktu telah berlalu dan sampai waktu yang akan datang nantinya
cinta ini akan tetap aku jaga, kurawat, dan selalu kuberikan pupuk agar tetap subur didalam hati ini manisku.
tidak mungkin akan berubah menjadi air laut yang kapan saja semaunya pasang surut,
yang menjadi bunglon, yang dimana saja iya bertempat,dan dengan sekejap mata iya bisa beradaptasi,
namun cinta atas dasar ketulusan ini akan terus kuperjuangkan, hanya unntuk adinda yang selalu bermain dalam ingatanku, yang telah melekat dalam hati sang pecinta, yang tidak mungkin berubah-ubah naik turun, dan tidak segampangnya beradaptasi disetiap wanita, biarpun iya adalah seorang bidadari,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar